Selasa, 13 Juli 2010

KELEMBABAN UDARA
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin.Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Macam-macam kelembaban udara sebagai berikut :
1)    Kelembaban relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air di udara dengan yang terkandung di udara pada suhu yang sama. Misalnya pada suhu 270C, udara tiap-tiap 1 m3 maksimal dapat memuat 25 gram uap air pada suhu yang sama ada 20 gram uap air,maka lembab udara pada waktu itu sama dengan
20    x  100 % = 80 %
25
 
2)    Kelembaban absolut / mutlak yaitu banyaknya uap air dalam gram pada 1 m3

ANGIN
Angin adalah aliran udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke daerah yang bertekanan udara rendah. Besarnya kecepatan angin ditentukan dengan alat anemometer dan hasil catatannya disebut anemogram.
1.    Pola Pergerakan Udara
Udara akan panas karena konveksi, adveksi, turbulensi dan konduksi.
a)    Konveksi, adalah pemanasan secara vertikal
b)    Adveksi, adalah penyebaran panas secara horisontal
c)    Turbulensi, adalah penyebaran panas secara berputar-putar
d)    Konduksi, adalah pemanasan secara kontak/singgungan.
2.    Macam-macam Angin
Pada dasarnya angin di permukaan bumi dapat dibedakan menjai dua, yaitu angin tetap dan angin lokal.
a)    Angin tetap, adalah angin yang bergerak terus menerus sepanjang tahun dengan arah tetap. Contohnya, angin barat, angin timur dan angin pasat.
(1)  Angin barat
Angin barat terjadi dari zona tekanan maksimum subtropik utara bertiup ke arah utara. Karena pengaruh rotasi angin ini, kemudian membelok ke arah timur menjadi angin barat. Itulah sebabnya di zona antara 40o-60o LU dan di zona 40o-60o LS bertiup angin barat.
(2)  Angin timur
Di sekitar kutub utara dan selatan sampai sekitar lintang 60o LU dan 60o LS bertiup angin timur. Sebenarnya angin itu di belahan utara sebagai angin timur laut dan di belahan selatan sebagai angin tenggara. Tetapi, karena pembelokan akibat rotasi sangat kuat, angin timurlah yang jadi.
(3)  Angin pasat
Dari zona tekanan maksimum subtropik antara 30o-40o LU dan LS bertiup angin ke arah zona tekanan minimum ekuator, yaitu angin pasat timur laut di belahan utara dan angin pasat tenggara di belahanselatan. Karena suhu senantiasa lebih tinggi dari sekitarnya, di daerah khatulistiwa udara membumbung ke atas. Di lapisan atas terjadi aliran dari arah khatulistiwa ke arah zona tekanan maksimum subtropik sehingga di zona ini udara bergerak turun. Dari proses ini 2 buah lingkaran peredaran udara di daerah tropik. 

ANGIN LOKAL
Pada siang hari pada bagian atas lereng gunung lebih dahulu  menerima panasdan tekanan udara dibagian itu lebih rendah daripada lembahsehingga bertiupalah angin lembah. Sedang pada malam hari akan terjadi angin gunung. 

 ANGIN FOHN
Angin turun adalah angin yang bertiup dari puncak pegunungan menuju lembah. Angin seperti itu bersifat kering dan panas.
Udara yang naik mengalami penurunan suhu sebelum terjadi pengembunan. Setiap udara naik 100 meter pada umumnya suhu turun 10C.
Sebaliknya, jika udara itu turun 100 meter, suhu naik 10C. Kejadian itulah yang melahirkan angin turun yang kering.
Angin Fohn tersebut antara lain, yaitu :
Ø  Angin Kumbang di Cirebon Jawa Barat dan Tegal Jawa Tengah
Ø  Angin Bohorok di Sumatera Utara
Ø  Angin Gending di Probolinggo dan Pasuruan Jawa Timur
Ø  Angin Wambrauw di Biak Irian Jaya
Ø  Angin Brubu di Ujung Pandang
Ø  Angin Sirocco di Laut Tengah dan Italia Selatan
Ø  Angin Zonda di Argentina
Ø  Angin Chinook di Amerika Serikat bagian barat.
Ø  Angin Mistral di Lembah Rhone Hilir (Perancis)
Ø  Angin Bora di Pantai Adriatik (Yugoslavia)
Ø  Angin Khamsin di Mesir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar